KONSUMEN GLOBAL NEWS.COM, Jakarta- Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyatakan inflasi di Jakarta pada 2025 terkendali di angka 2,63 persen, dengan penyumbang angka inflasi yang masih didominasi oleh sektor makanan, minuman dan tembakau.
“Inflasi tahun kalender kita sebesar 2,63 persen sudah terkendali dari target 2,5 persen, plus minus 1,” kata Kepala BPS DKI Jakarta Nurul Hasanudin di Jakarta, Senin.
Menurut dia, inflasi year-on-year (y-o-y) atau tahun ke tahun terjadi karena adanya peningkatan harga komoditas yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks harga sejumlah kelompok pengeluaran.
Kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) tersebut, yaitu dari 105,69 pada Desember 2024 menjadi 108,47 pada Desember 2025.
Nurul mengatakan inflasi y-on-y itu terjadi karena adanya peningkatan harga komoditas yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga sejumlah kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,67 persen.
Kemudian, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,56 persen, dan kelompok perumahan, air, listrik, serta bahan bakar rumah tangga sebesar 3,22 persen. Selanjutnya, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,47 persen.
“Tidak hanya itu, kelompok kesehatan juga naik sebesar 2,08 persen, begitu juga kelompok transportasi sebesar 0,71 persen,” ujar Nurul.
Lalu, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 0,88 persen, kelompok pendidikan 2,16 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,83 persen, dan kelompok perawatan pribadi serta jasa lainnya 11,89 persen.
Sementara itu, untuk kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga, yakni kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,48 persen.
“Sementara itu, kelompok yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y pada Desember 2025 adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen,” tutur Nurul.
Dia menambahkan pergerakan inflasi di DKI Jakarta tidak terlepas dari berbagai peristiwa yang terjadi sepanjang 2025, di antaranya diskon tarif listrik, penyesuaian tarif air minum PAM, dan pemberian diskon tarif angkutan penumpang.
Selain itu, pergantian tahun ajaran pendidikan, momen perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN), peningkatan harga emas perhiasan selaras dengan harga emas global yang terus meningkat sepanjang tahun, serta sejumlah peristiwa lainnya yang turut mempengaruhi pergerakan inflasi di Jakarta sepanjang 2025. (antara)










